Sabtu, 15 Desember 2012

A. Prinsip-prinsip inovasi untuk pengembangan nilai-nilai agama anak TK


BAB II
ISI
A.      Prinsip-prinsip inovasi untuk pengembangan nilai-nilai agama anak TK
Inovasi pendekatan pembelajaran termasuk dalam mengembangkan nilai-nilai agama anak di taman kanak-kanak, antara lain: pengalaman belajar, belajar aktif, belajar proses. Upaya yang dapat dilakukan olehorang tua dan guru berkaitan erat denganpembentukan prilaku manusia,sikap, dan keyakinaan. Oleh sebab itu, di perlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensifsesuai dengan perkembangan dan kemampuananak didik.
a.      Substansi pengembangan inovatif
Pengembangan nilai-nilai agama di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia, sikap, dan keyakinan. Oleh sebab itu, diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. Adapun yang melatar belakangi esensi inovasi dalam bidang pengembangan pembelajaran adalah munculnya berbagai kendala dan kelemahan serta kekuranglengkapan yang ada di lingkungan penyelenggara pendidikan di Taman Kanak-kanak. Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama tersebut guru harus mempelajari berbagai pendekatan

A. Prinsip-prinsip inovasi untuk pengembangan nilai-nilai agama anak TK


BAB II
ISI
A.      Prinsip-prinsip inovasi untuk pengembangan nilai-nilai agama anak TK
Inovasi pendekatan pembelajaran termasuk dalam mengembangkan nilai-nilai agama anak di taman kanak-kanak, antara lain: pengalaman belajar, belajar aktif, belajar proses. Upaya yang dapat dilakukan olehorang tua dan guru berkaitan erat denganpembentukan prilaku manusia,sikap, dan keyakinaan. Oleh sebab itu, di perlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensifsesuai dengan perkembangan dan kemampuananak didik.
a.      Substansi pengembangan inovatif
Pengembangan nilai-nilai agama di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia, sikap, dan keyakinan. Oleh sebab itu, diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. Adapun yang melatar belakangi esensi inovasi dalam bidang pengembangan pembelajaran adalah munculnya berbagai kendala dan kelemahan serta kekuranglengkapan yang ada di lingkungan penyelenggara pendidikan di Taman Kanak-kanak. Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama tersebut guru harus mempelajari berbagai pendekatan

Jumat, 14 Desember 2012

KARAKTERISTIK DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN TERPADU


            Mashitoh,dkk.(2005) mengemukakan bahwa pembelajaran di TK mengutamakan bermainsambil belajar dan belajar seraya bermain, secara alamiah bermain memotifasi anak untuk mengetahui sesuatu secara lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya. Bermain pada dasarnya lebih mementingkan proses dari pada hasil. Selain itu bermain bagi anak dapat merupakan wahana untuk perkembangan sosial emosi, dan kognitif anak.
            Sebagai suatu proses , pembelajaran terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.      Pembelajaran berpusat pada anak
Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari , menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.
2.      Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan
Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang membentuk secara jalinan antar skema yang dimiliki siswa, serta anak berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari siswa. Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan bermain menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan dapat berakibat pada kemampuan siswa untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.
3.      Belajar melalui pengalaman langsung
Pada pembelajaran terpadu diprogramkan untuk melibatkan siswa secara langsung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan siswa belajar dengan melakukan kegiatan secara langsung. Sehingg siswa akan memahami hasil belajarnya sesuai fakta dan peristiwa  yang dialami , bukan sekedar informasi dari gurunya. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing kearah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
4.      Lebih memperhatikan proses dari pada hasil semata
Pada pembelajarn terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquiry(penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajarn yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran terpadu dilaksanakan dengan melihat hasrt, minat dan kemampuan siswa sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar terus menerus.
5.      Sarat dengan muatan keterkaitan
Pembelajarn terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajarn dari segala sisi , yang pada gilirannya nanti akan membuat siswanya lebih aktif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.
6.      Belajar melalui kegiatan konkrit dengan pendekatan yang berorientasi bermain yang kreatif dan menyenangkan(Mashitoh,dkk.(2005))

PERKEMBANGAN EMOSI




A.     PEGERTIAN EMOSI
Emosi adalah perasaan yang ada dalam diri kita, dapat berupa perasaan senang atau tidak senang, perasaan baik atau buruk. Dalam World Book Dictionary (1994:690) emosi didefenisikan sebagai “ berbagai perasaan yang kuat”. Perasaan benci, takut, marah, cinta, senang dan kesedihan. Macam.macam perasaan tersebut adalah gambaran dari emosi. Goleman (1997:411) menyatakan bahwa “ emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran-pikiran khasnya, suatu keadan biologis dan pisikologis serta serangkaian kecendrungan untuk bertindak”.
Syamsuddin mengemukakan bahwa “ emosi merupakan suasana kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa ( stid up state) yang menyertai atau muncul sebelum atau sesudah terjadinya suatu perilaku”. Dari defenisi diatas dapat kita simpulkan bahwa emosi merupakan suatu keadaan yang kompleks, dapat berupa perasaan atau getaran jiwa yang ditandai oleh perubahan biologis yang muncul menyertai terjadinya suatu perilaku.
B.      FUNGSI DAN PERANAN EMOSI
1.      Merupakan bentuk komunikasi sehingga anak dapat menyatakan segala kebutuhan dan perasaannya pada orang lain.
Sebagai contoh:
Anak yang merasakan sakit atau marah biasanya mengekspresikan emosinya dengan menangis. Menangis ini merupakan bentuk komunikasi anak dengan lingkungannya pada saat dia belum mampu mengutarakan perasaanya dalam bentuk bahasa verbal.
2.      Emosi berperan dalam mempengaruhi kepribadian dan penyesuaian diri anak dengan lingkungan sosialnya, antara lain:
·         Tingkah laku emosi yang ditampilkan merupakan sumber penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. Penilaian lingkungan sosial ini akan menjadi dasar individu dalam menilai dirinya sendiri. Penilaian ini akan menentukan cara lingkungan sosial memperlakukan seorang anak, sekaligus membentuk konsep diei anak berdasarkan perlakuan tersebut.
·         Emosi menyenangkan atau tidak menyenangkan dapat mempengaruhi interaksi sosial anak melalui reaksi-reaksi yang ditampilkan lingkungannya. Melalui reaksi lingkungan sosial, anak dapat belajar untuk membentuk tingkah laku emosi yang dapat diterima lingkungannya. Jika anak melempar mainannyasaat marah reaksi yang muncul dari lingkungannyaadalah kurang menyukai atau menolaknya. Reaksi yang kurang menyenangkan ini membuat anak memperbaiki ekspresi emosi agar dapat diterima lingkungan masyarakatnya.
·         Emois dapat mempengaruhi iklim pisikologis lingkungan artinya apabila ada seorang anak yang pemarah dalam suatu kelomlompok maka dapat mempengaruhi kondisi pisikologis lingkungannya saat itu.
·         Tingkah laku yang sama dan ditampilkan secara berulang dapat menjadi suatu kebiasaan.
·         Ketegangan emosi yang dimiliki anak dapat menghambat atau mengganggu aktivitas motorik dan mental anak. Seorang anak yang mengalami stress atau ketakutan menghadapi suatu situasi , dapat menghambat nak tersebut untuk melakukan aktivitas.

C.      JENIS-JENIS EMOSI
1.      Emosi yang tidak menyenangkan
·         Takut
Perasaan takut merupakan bentuk emosi yang menunjukkan bahaya. Menurut Helen Ross ( dalam simanjuntak. 1984) perasaan takut adalah suatu perasaan yang hakiki dan erat hubungnnya dengan upaya mempertahankan diri. Stewart (1985) mengatakan bahwa perasaan takut mengembangkan sinyal-sinyal adanya bahaya dan menuntun individu untuk bergerak dan bertindak. Perasaan takut ditandai oleh perubahan fisiologis, seperti mata melebar, berhati-hati, berhenti bergerak, badan gemetar, menangis bersembunyi melarikan diri atau berlindung dibalik punggung orang lain.
·         Marah
Emosi marah terjadi pada saat individu merasa dihambat, frustasi karena tidak mencapai yang diinginkan , dicerca orang, atau diganggu dan dihadapkan pada suatu tuntutan yang berlawanan dengan keinginannya.
Rasa marah adalah ekspresi yang lebih sering diungkapkan pada masa kanak-kanak jika dibanndingkan dengan rasa takut. Alasanyan ialah karena rangsangan yang menimbulkan rasa marah yang lebih banyak, dan pada usia dini anak mengetahui bahwa marah merupakan cara efektif untuk memperoleh perhatian atau memenuhi keinginan mereka. Sebaliknya reaksi takut semakin kurang karena kemudian anak-anak menyadari bahwa umumnya perasaan itu tidak perlu. Intensitas dan frekuensi kemarahan yang dialami setiap anak berbeda-beda.
·         Rasa cemburu
Rasa cemburu adalah reaksi normal terhadap kehilangan kasih saying yang nyata atau ancaman kehilangan kasih sayang. Rasa cemburu timbul dari rasa kemarahan yang menimbulkan sikap jengkel dan ditujukan kepada orang lain. Pola rasa cemburu sering kali berasal dari rasa takut yang dikombinasikan dengan rasa marah. Ada tiga penyebab yang menimbulkan kecemburuan pada masa anak-anak yaitu:    
a.      Rasa cemburu pada masa kanak-kanak timbul dari kondisi lingkunga rumah
b.      Situasi sosial disekolah juga merupakan sumber kecemburuan bagi anak-anak yang berusia lebih tua. Kecembuaruan yang berasal dari rumah sering dibawa kesekolah dan mengakibatkan anak-anak memendang setiap orang yang ada disana adalah para guru dan siswa lainnya sebagai ancaman bagi keamanan mereka.
c.       Dalam situasi dimana anak merasa ditelantarkan dalam hal pemilihan benda-benda seperti yang dimiliki tamn-temannya.

2.      Emosi yang menyenangkan
·         Gembira
Setiap orang pada berbagai usia, mulai dari bayi hingga orang yang sudah tua mengenal perasaan yang menyenangkan. Pada umumnya perasaan gembira dan senang diekspresikan dengan tersenyum dan trtawa. Dengan perasaan menyenagkan , sseorang dapat merasakan cinta dan kepercayaan diri. Perasaan gembira ini juga ada dalam aktivitas kreatif pada saat menemukan sesuatu, mencapai kemenangan atau aktifitas reduksi stress (izard dalam Stewert, 1985).
Gembira merupakan emosi menyenagkan yaitu reaksi emosi yang ditimbulkan bila anak mendapatkan apa yang diinginkannya. Anak akan mengekspresikan rasa gembiranya dengan tertawa, berteriak, melompat-lompat dan dengan ekspresi lainnya. Dengan perasaan menyengkan seseorang dapat merasakan cinta dan kepercayaan diri.
Usaha untuk menumbuhkan emosi positif pada diri anak saat pembelajaran yaitu:
v  Guru harus menunjukkan antusiasme , gairah dan semangat dalam mengajar, murid akan semangat dan terbawa gembira melakukan pembelajaran.
v  Berikan kesempatan anak untuk berkomunikasi, berdialog dan berpartisipasi aktif  dalam proses pembelajaran.
v  Ciptakan makna pembeljaran dengan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman-pengalaman anak dan kejadian nyata dilingkungannya.

·         Keingintahuan
Anak mempunyai rasa ingintahu terhadap hal-hal yang baru dilihatnya., juga mengenai tubuhnya sendiri dan tubuh orang lain . reaksi pertama adalah dalam bentuk penjelajahan sensomotorik , kemudian sebagai akibat dari tekanan sosial dan hukuman ia bereaksi dengan bertanya.
Maw dan Maw  menerangkan tentang anak yang penuh keingintahuan  dengan cara berikut:
v  Bereaksi positif terhadap unsur-unsur yang baru, aneh, tidak layak atau misterius dalam lingkungannya dengan bergerak kearah benda tersebut, memeriksannya atau memainkannya.
v  Memperlihatkan kebutuhan atau keinginan untuk lebih banyak mengetahui tentang dirinya sendiri dan lingkungannya. Dengan cara mengamati lingkunganya untuk mencari pengalaman.
Cara menumbuhkan rasa keingin tahuan anak yaitu anak diberikan sarana da praserana seperti sebuah permainan dan situasi menyelesaikan permainan tersebut dan jika gagal anak akan mencoba terus menerus.  



Membangun pengetahuan pada anak


            Perlunya pemahaman mendalam bagi taman kanak-kanak dalam membangun pengetahuan anak. Guru terlebih dahulu harus memahami inti dari setiap pengetahuan yang akan dibangun pada anak. Karena pengetahuan didapat dari interaksi  terhadap lingkungan sekitar. Dalam membangun pengetahuan pada anak, guru juga harus mmperhatikan tahap perkembangan kognitif anak yang sanagt mempengaruhi kemampuan berpikir. Guru harus memiliki keterampilan dalam membangun pengetahuan sesuai dengan kemampuan berpikir anak.

METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS

METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS
1. Metode Langsung (Direct Method)
Direct artinya langsung. Direct method atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik, maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga, mendemontstrasikan, menggambarkan dan lain-lain.
Metode ini berpijak dari pemahaman bahwa pengajaran bahasa asing tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti alam. Jika mengajar ilmu pasti, siswa dituntut agar dapat menghafal rumus-rumus tertentu, berpikir, dan mengingat, maka dalam pengajaran bahasa, siswa/anak didik dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik, namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya.
Demikian halnya kalau kita perhatikan seorang ibu mengajarkan basah kepada anak-anaknya langsung dengan mengajarinya, menuntunnya mengucapkan kata per kata, kalimat per kalimat dan anaknya menurutinya meskipun masih terihat lucu. Misalnya ibunya mengajar “Ayah” maka anak tersebut menyebut “Aah” dan seterusnya. Namun lama kelamaan si anak mengenali kata-kata itu dan akhirnya ia mengerti pula maksudnya
Pada prinsipnya metode langsung (direct method) ini sangat utama dalam mengajar bahasa asing, karena melalui metode ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu (bahasa lingkungannya). Meskipun pada mulanya terlihat sulit anak didik untuk menuirukannya, tapi adalah menarik bagi anak didik.

PENTINGNYA PEMBERIAN ASI PADA BAYI


Banyaknya terjadi pada saat sekarang ini,  paraibu- ibu tidak mau menyusui anaknya. Hal ini di pengaruhi oleh banyak hal, salah satunya kurangnya pengertian dan pengetahuan ibu tentang manfaat  dan keutamaan ASI  serta banyaknya ibu-ibu yang terpengaruh dan beralih kepada susu botol atau susu formula.

Air Susu Ibu ( ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein , laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayi. Kandungan gizi dlam kolostrum (ASI yang keluar pada hari pertama  sampai ketiga atau keempat sesudah melahirkan) memiliki protein yangsangat tinggi . hal ini menguntungkan nayi yang baru lahir karena dengan mendapat sedikit kolestrum ia sedah mendapatkan protein yang dapat memenuhi kebutuhan bayi pada minggu pertama.