Jumat, 14 Desember 2012

KARAKTERISTIK DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN TERPADU


            Mashitoh,dkk.(2005) mengemukakan bahwa pembelajaran di TK mengutamakan bermainsambil belajar dan belajar seraya bermain, secara alamiah bermain memotifasi anak untuk mengetahui sesuatu secara lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya. Bermain pada dasarnya lebih mementingkan proses dari pada hasil. Selain itu bermain bagi anak dapat merupakan wahana untuk perkembangan sosial emosi, dan kognitif anak.
            Sebagai suatu proses , pembelajaran terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.      Pembelajaran berpusat pada anak
Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari , menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.
2.      Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan
Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang membentuk secara jalinan antar skema yang dimiliki siswa, serta anak berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari siswa. Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan bermain menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan dapat berakibat pada kemampuan siswa untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.
3.      Belajar melalui pengalaman langsung
Pada pembelajaran terpadu diprogramkan untuk melibatkan siswa secara langsung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan siswa belajar dengan melakukan kegiatan secara langsung. Sehingg siswa akan memahami hasil belajarnya sesuai fakta dan peristiwa  yang dialami , bukan sekedar informasi dari gurunya. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing kearah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
4.      Lebih memperhatikan proses dari pada hasil semata
Pada pembelajarn terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquiry(penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajarn yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran terpadu dilaksanakan dengan melihat hasrt, minat dan kemampuan siswa sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar terus menerus.
5.      Sarat dengan muatan keterkaitan
Pembelajarn terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajarn dari segala sisi , yang pada gilirannya nanti akan membuat siswanya lebih aktif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.
6.      Belajar melalui kegiatan konkrit dengan pendekatan yang berorientasi bermain yang kreatif dan menyenangkan(Mashitoh,dkk.(2005))

Menurut Mashitoh prinsip-prinsip pembelajaran terpadu adalah:
1.      Proses pembelajaran bagi anak usia dini adalah proses interaksi antara anak dengan anak, anak dengan sumber belajar,dan anak dengan pendidik dalam suatu lingkungan belajar tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
2.      Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif melakukan melaui eksplorasi dalam kegiatan bermain maka proses pembelajarn ditekankan pada aktivitas anak dalm bentuk- bentuk belajar sambil bermain.
3.      Belajar sambil bermain ditekankan pada interaksi pengembangan potensi di bidang  potensi di bidang fisik/motorik, intelegensi, sosial emosional, bahasa serta komunikasi sehingga menjadi kemampuan yang secara aktual dimiliki anak.
4.      Penyelenggaraan pembelajaran bagi anak usia dini perlu memberikan rasa aman
5.      Sesuai dengan sifat perkembangan anak usia dini, proses pembelajarn dilaksanakan secara terpadu
6.      Proses pembelajaran pada anak usia dini akan terjadi apabila anak berbuat secara aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur pendidik.
7.      Dirancang dan dilaksanakan sebagai sistem yang dapat menciptakan kondisi yang menggugah dan memberi kemudahan bagi anak untuk belajar sambil bermain melalui berbagai aktivitas yang bersifat konkrit serta sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan serta kehidupan anak.
Sedangkan dalam sumber lain disebutkan , bahwa prinsip pembelajaran terpadu adalah:
·         Dirancang kedalam tema kedalam rencana pembelajaran
·         Bertujauan mengaktualisasikan potensi (multiple intelegences) menjadi berbagai bentuk kemampuan sesuai tahap perkembangnnya.
·         Menganut paradikma”bermain sambil belajar, belajar seraya bermain”, sehingga harus memperhatikan criteria bermain anak usia dini
·         Metode pembelajaran ditekankan pada pemberian kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi, inkuiri, penemuan, kerja kelompok, mengemukakan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain.

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar